Gesab Demo Tolak Kenaikan BBM

“Tolak-tolak naik BBM. Selamatkan rakyat sekarang juga.”

Sepenggal lagu yang berkali-kali terdengar saat aksi demo kenaikan BBM di Salatiga, Kamis (29/03). Para demonstran yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Gerakan Salatiga Bersatu (Gesab) ikut melancarkan aksi terkait dengan rencana kenaikan harga BBM.

Gesab merupakan gabungan dari berbagai elemen organisasi mahasaiswa dan masyarakat Salatiga, seperti LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), TIDAR(Tunas Indonesia Raya), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah), STN, Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana, anak-anak punk, serta masyarakat umum Salatiga.

Gesab berdemo dengan berkeliling kota Salatiga untuk menuju kantor DPRD dan Walikota Salatiga Kamis, 29 Maret 2012. Tuntutan Gesab adalah agar rencana kenaikan harga BBM dibatalkan.

Aksi ini dimulai dengan melakukan arak-arakan mengitari kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). “Di mana kawanku. Di mana kawanku. Datang kemari untuk revolusi.” Lagu yang didendangkan para demonstran untuk mengumpulkan massa yang terdengar saat di dalam dan depan kampus UKSW dan juga di depan Sekolah Tinggi Agama Islam negeri (STAIN).

Demonstran berjalan menuju ke kantor DPRD dan Walikota Salatiga. Mereka menyuarakan aspirasi mereka, salah satunya dengan melakukan aksi teatrikal tentang kenaikan BBM. Aksi teatrikal tersebut digambarkan dengan dua orang yang memerankan rakyat miskin menarik-narik kaki seorang pria, sambil tiduran di tanah beraspal. Sedang si pria tersebut hanya berdiri saja dengan mengenakan headphone (penutup telinga) yang terbuat dari kertas. Di saat bersamaan ada dua orang lain yang membawa mobil-mobilan dari kertas yang dijalankan di atas ke dua orang tersebut.

“Rakyat-rakyatku jangan lah terlalu lebay menanggapi isu kenaikan BBM ini,” kata pria yang berdiri tadi sambil menirukan suara pemimpin negri. Kemudian, si pria membagikan kertas yang bertuliskan BTL (Bantuan Tunai Langsung) kepada dua orang yang tengah tiduran di jalan aspal. Mereka pun berebut mengambil kertas-kertas itu.

Aksi teatrikal ini dilakukan saat demonstran berjalan di Bundaran Taman Sari, di depan Pasar Raya Dua, dan di depan kantor DPRD Salatiga.

Setelah sampai di kantor DPRD Salatiga, Gesab harus menunggu sejenak untuk menemui anggota DPRD Salatiga karena PDI Pejuangan yang dikomandai oleh Hj. Suniprat juga sedang melakukan demo mengenai hal yang sama. “Saya tidak mencari sensasi. Hanya kami sepakat untuk menolak kenaikan BBM,” ujar Hj. Suniprat yang juga merupakan salah satu anggota dewan.

Setelah itu, demonstran disambut oleh ketua DPRD Salatiga, Teddy Sulistio. Sebenarnya demonstran ingin bertemu dengan anggota dewan dari fraksi Demokrat. Mereka ingin para dewan tersebut menjelaskan kepada mereka semua alasan pemerintah menaikan harga BBM, namun sayang Tedi menyatakan bahwa semua anggota dewan fraksi Demokrat sedang tidak ada di tempat.

Lalu demonstran meminta para anggota dewan yang hadir untuk menandatangani surat keterangan bahwa mereka mendukung aksi para pendemo untuk menolak kenaikan harga BBM. Ada empat anggota dewan yang hadir pada saat itu, diantaranya Tedi Sulistio dan H Suniprat SH.

Setelah itu, demonstran pindah ke kantor Walikota Salatiga. Mereka disambut oleh Ady Suprapto, staf ahli bidang hukum dan pemerintahan. Pada saat itu, Walikota Salatiga sedang mendapat pendidikan di pusat, Wakil Walikota sedang dinas di Medan, serta Sekda sedang ada dinas luar.

Setelah mendapat tanda tangan dari wakil pemerintah Salatiga, surat pernyataan itu dikirim melalui fax ke kementrian dalam negri. Kemudian demonstran pulang kembali ke kampus UKSW sambil terus menyuarakan aspirasi mereka.

Saat ditemui, Koordinator Lapangan demonstran, Fredy Umbu Bewa Guty berkata, “Kami menggelar demo karena ini merupakan salah satu instrumen. Masyarakat saat ini saya pikir dalam hati mereka ingin menolak, tapi tidak ada kanal-kanal aspirasi untuk menolak itu. Nah itu merupakan salah satu tugas mahasiswa sebagai konvokator dalam menyalurkan aspirasi itu.”

“Harapan paling tidak dia (BBM-red) tidak naik, tapi kalaupun naik, kami harap harga barang-barang tidak melonjak naik. Kami tidak mau BLT itu ada, karena itu tidak mencerdaskan bangsa,” kata Fredy.

Doa Bersama Gesab

Sehari setelah melancarkan demo, Gesab menggelar aksi doa bersama Jumat, 30 Maret 2012 di Lapangan Pancalisa Salatiga, tepatnya di depan kantor Polres Salatiga. Aksi ini digelar agar rencana kenaikan harga BBM dibatalkan. Berbagai elemen mahasiswa dan masyarat Salatiga turut ikut dalam doa bersama ini.

Acara yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB ini diisi dengan pembacaan puisi, doa, dan menyanyikan beberapa lagu baik nasional maupun umum, seperti Indonesia Raya, Bangun Pemuda-Pemudi. Semua yang hadir mendapatkan satu lilin untuk dibawa saat melakukan doa.

“Kita melakukan doa lintas agama agar para anggota dewan yang sedang melakukan sidang di Senayan membatalkan kebijakan mereka yang ingin menaikan harga BBM,” kata Syallom Pasau, salah satu mahasiswa UKSW saat akan memimpin doa bersama malam itu.

Setelah itu, dilanjutkan berjalan bersama mengelilingi Pancasila satu putaran dengan membawa lilin dengan diiringi beberapa lagu, salah satunya lagu-lagu dari anak-anak punk.

Tinggalkan tanggapan anda di sini

Masukkan alamat surel anda untuk berlangganan situs web ini. Cek kotak masuk atau spam surel anda untuk mengonfirmasi langganan.

Bergabung dengan 11 pelanggan lain