Jalan Lingkar Selatan Sudah 40 Persen

Salatiga akan memiliki jalan baru untuk menekan kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di dalam kota. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Salatiga Tri Susilo Budi, Jalan Lingkar Selatan ini dibangun sepanjang 11,3 kilometer melewati Kecamatan Argomulyo, yang meliputi Kelurahan Cebongan, Kelurahan Randu Acir, Kelurahan Kumpul Rejo; Kecamatan Sidomukti, meliputi Kelurahan Dukuh dan Kelurahan Kecandran; dan Kecamatan Sidorejo, meliputi Kelurahan Pulutan dan Kelurahan Blotongan.

Tri mengungkapkan bahwa jalan ini akan dilewati oleh kendaraan-kendaraan berat seperti truk dan bus, sehingga jalur dalam kota yang sekarang padat akan lebih lengang.

Jalan dengan lebar standar 21 meter tersebut diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi di Salatiga bagian tenggara. “Saat ini saja sudah banyak investor yang tertarik untuk membuka usaha di sepanjang Jalan Lingkar Selatan,” tandas Kurnia, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Salatiga.

Menurut Sulistiyaningsih dari Bagian Sarana dan Prasarana Bappeda Salatiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan ini telah menjadi salah satu rencana dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota Salatiga sejak tahun 1994, tetapi proyek baru mulai direncanakan secara matang sejak tahun 1999 dan pembangunan sendiri dimulai sejak tahun 2005. Pada awalnya rencana ini diperkirakan memakan waktu 30 tahun. Namun nyatanya, tahun 2011 proyek ini diharapkan dapat selesai.

Proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Kota Salatiga, APB Provinsi Jawa Tengah, dan APBN ini diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 200 miliar. Saat ini, pembangunan sudah mencapai 40 persen. Pada tahun 2011 diharapkan dapat langsung difungsikan optimal.

Ketika ditanya tentang dampak negatif dari pembangunan Jalan Lingkar Selatan ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Salatiga Jafet Patola mengatakan, “Tidak ada dampak negatifnya. Ini justru dapat meratakan perekonomian Salatiga.”

Sedangkan Tri Susilo Budi berpendapat bahwa konversi lahan pertanian adalah salah satu dampak negatif dari proyek ini. Dengan berubah fungsinya lahan pertanian menjadi jalan raya, maka daerah hijau Salatiga berkurang. “Tentu akan ditanam pohon-pohon di sepanjang jalan ini nantinya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Masukkan alamat surel anda untuk berlangganan situs web ini. Cek kotak masuk atau spam surel anda untuk mengonfirmasi langganan.

Bergabung dengan 9 pelanggan lain

Rekrutmen Wartawan

cara membuat link pada gambar